ternyata sedekah air merupakan sedekah yang disukai Rasulullah saw. Hal tersebut disabdakan Rasul saw. dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An-Nasa’i, serta Ibnu Majah. “Sedekah apa yang paling engkau sukai?” Rasulullah saw. menjawab, “Sedekah air.”
Hal ini menegaskan betapa pentingnya air bagi kelangsungan kehidupan. Manusia membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bukan hanya untuk minum, tetapi juga untuk memasak, mandi, mencuci, dan berbagai aktivitas lainnya. Dalam setahun, ada masa-masa tertentu di mana sejumlah daerah di Indonesia mengalami krisis air bersih.
Di daerah terpencil, masih banyak saudara kita yang kesulitan mendapatkan air yang layak minum. Karena kondisi ekonomi yang lemah dan lokasi yang jauh dari pusat layanan, sebagian dari mereka terpaksa mengonsumsi air dari sumber yang kurang bersih atau bahkan tercemar. Bahkan di sebagian kota besar pun, kondisi serupa masih bisa dijumpai.
Maka wajar jika Rasulullah SAW begitu menyukai sedekah air, mengingat air adalah sumber kehidupan yang tidak tergantikan.
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh An-Nasa'i dan Al-Albani, Rasulullah SAW bersabda,
“Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal dunia, apakah boleh aku bersedekah atas namanya?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Iya, boleh.” Sa’ad bertanya lagi, “Lalu sedekah apa yang paling afdal?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Memberi minum air.”
Program Wakaf Sumur Bor Wakaf Al Azhar
Wakaf sumur bor merupakan salah satu solusi untuk membantu mengatasi krisis air bersih di Indonesia. Pembangunan satu unit sumur bor di Pulau Jawa membutuhkan dana sebesar Rp50 juta dan diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang kesulitan mengakses air bersih. Program ini mencakup pembuatan sumur bor, pemasangan pipa, dan penyediaan tempat penampungan air atau toren.
Wakaf Al Azhar telah membangun sumur bor di beberapa titik lokasi yang rawan kekeringan. Pada September 2022, tim Wakaf Al Azhar mendapati dua lokasi dengan kondisi yang memprihatinkan, terutama saat musim kemarau, yaitu di Masjid Jami Al Ummah, Kampung Rumpin Lio, Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin, Bogor, dan Pondok Pesantren Darul Iqro di Kampung Banar, Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Bogor, Jawa Barat.
Di Masjid Jami Al Ummah, warga kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau tiba sehingga kegiatan ibadah pun terhambat. Padahal, ketersediaan air bersih sangat penting untuk keperluan wudu para jamaah.
Di Pondok Pesantren Darul Iqro, para santri harus bersuci menggunakan air tampungan yang diisi dari hasil menimba sumur galian. Kegiatan menimba dan menguras bak tampungan menjadi rutinitas harian yang harus tetap dilakukan dalam kondisi apa pun, karena itulah satu-satunya sumber air terdekat untuk wudu dan kegiatan MCK.
Pada Oktober 2022, pembangunan sumur bor kembali dilakukan di dua lokasi, yaitu Masjid Baiturrahman di Kampung Cihonje, Desa Tanjungpura, Tasikmalaya, dan Masjid At-Taqwa di Kampung Kumpay, Dusun Maraya, Kecamatan Sajira, Lebak, Banten.
Langkanya sumber air bersih membuat kebutuhan warga menjadi sangat terbatas. Kondisi ini sudah lama dirasakan karena sumber mata air yang ada tidak mencukupi kebutuhan seluruh warga, dan lokasinya pun cukup jauh dari permukiman.
Warga Kampung: "Harus Tarik Selang Sepanjang 2 Km untuk Akses Air"
Asep, salah satu warga Kampung Kumpay, menyambut antusias pembangunan wakaf sumur bor ini karena menjadi yang pertama kali hadir di lokasi tersebut. Sebelumnya, untuk mendapatkan air bersih, warga harus menarik selang sepanjang 2 kilometer dari sumber mata air, dengan risiko sambungan yang bisa terlepas kapan saja.
"Alhamdulillah, sekarang tidak perlu lagi berjalan jauh dan menarik selang ke sumber mata air, karena sudah ada yang terdekat. Semoga dengan dibangunnya wakaf sumur bor ini dapat membawa manfaat dan kemaslahatan untuk semua warga," ujarnya.
Pahala Jariyah Mengairi Pewakif
Pahala jariyah akan terus mengalir tanpa terputus, bahkan setelah kita meninggal dunia. Salah satu cara untuk mendapatkan pahala jariyah dari air adalah dengan ikut berkontribusi membangun sumur bor, sehingga lebih banyak orang bisa mengakses air bersih.
Krisis air bersih adalah salah satu persoalan sosial yang nyata dan perlu segera ditangani. Wakaf sumur bor adalah ikhtiar yang patut terus dioptimalkan untuk meringankan beban masyarakat yang tinggal di daerah rawan kekeringan. Wakaf sekarang